Prosedur Pembatalan Serta Konsekuensi Melakukan Pinjaman Tanpa Agunan BRI

Pinjaman tanpa agunan BRI merupakan salah satu jenis produk pinjaman dari BRI yang banyak digemari oleh masyarakat secara luas. Alasannya sudah sangat jelas, yaitu karena pinjaman ini tidak membebankan adanya jaminan sehingga siapapun juga yang belum memiliki aset sendiri tetap bisa berkesempatan untuk meminjam di BRI. Proses pinjaman tanpa agunan atau yang biasa dikenal dengan KTA ini cenderung cepat dan syaratnya pun mudah sehingga tak heran jika banyak sekali yang mengantri untuk mendapatkannya.

Namun ada kondisi juga ketika Anda berubah pikiran ketika mengajukan KTA. KTA ini biasanya dipilih sebagai jalan pintas ketika terjadi masalah keuangan mendadak. Tetapi ada juga kondisi dimana Anda tiba-tiba punya uang atau saudara memberikan pinjaman sehingga tidak memerlukan KTA lagi padahal semua prosedur sudah dilalui. Jika kondisi semacam ini, maka nasabah tetap harus menerima konsekuensinya tergantung dari proses pembatalan itu sendiri. Faktor yang menyebabkan batal untuk meminjam dari pinjaman tanpa agunan BRI ini juga banyak mulai dari sudah tersedianya dana, sudah dapat pinjaman dari pihak lain, sudah dapat tawaran KTA lain dan lain sebagainya.

Berikut jenis pembatalan KTA serta konsekuensinya berikut ini:

  • Membatalkan sebelum dana cair

Ketika kondisinya dana belum cair, maka pembatalan bisa dilakukan dengan cara lebih mudah mengingat dananya belum ditransfer ke rekening. Namun tetap saja prosedur pembatalan harus dilakukan yaitu nasabah wajib membuat surat pernyataan tertulis terkait pembatalan pinjaman ini dengan dibubuhi materai. Ketika suratnya sudah disampaikan ke pihak bank, maka Anda butuh minta tanda terima yang berisi mulai dari identitas dari petugas bank yang mendapatkan surat, waktu serta hari penyerahan dan stempel untuk buktinya. Sebelum memperoleh bukti terima ini, jangan sampai Anda pergi meninggalkan meja karena bukti ini adalah langkah antisipasi. Selanjutnya Anda tinggal menunggu panggilan kembali tentang pembatalannya.

  • Membatalkan setelah dana cair

Jika Anda berada dalam posisi ketika dana sudah cair ke rekening, maka pembatalannya akan lebih rumit lagi. Hal ini lantaran berarti bank telah setuju untuk pengajuan pinjaman Anda. Jika dana sudah cair, maka ini artinya nasabah telah tunduk terhadap aturan bank yang berlaku mulai dari kurun waktu pinjaman, denda keterlambatan, suku bunga pinjaman, biaya administrasi, biaya pinalti dan masih banyak lagi. Apabila uang sudah dicairkan, maka bank tidak akan bisa mengenal pembatalan untuk pinjaman tersebut sehingga mau tidak mau, terpaksa atau tidak Anda harus mau menerima uang pinjaman dari bank. Jika ingin membatalkan dan mengembalikan dana ke bank, maka cara ini akan sangat mahal dimana Anda akan dikenakan dengan biaya pinalti yang besarannya amat mahal. Besaran ini sendiri berbeda-beda mulai dari 5% hingga lebih. Satu-satunya jalan adalah dengan menerima pinjaman tersebut dan tetap melunasinya seperti aturan yang di awal.

Mengingat kondisi seperti ini bisa terjadi pada siapa saja, maka ada baiknya jika Anda menjadi nasabah yang lebih kritis ketika bertanya dan mengajukan terkait pinjaman tanpa agunan BRI atau di bank lainnya. Tanyakan secara jelas terkait prosedur ketika Anda membatalkan secara sepihak nantinya sehingga Anda paham konsekuensi yang didapatkan. Untuk itu, ada baiknya memikirkan secara matang sebelum memutuskan mengambil pinjaman adalah langkah yang tepat mengingat pinjaman uang bukanlah solusi instan untuk semua masalah Anda. Selain itu Anda bisa melakukan semacam riset dan perhitungan lebih terperinci terlebih dahulu sebelum melakukan pengajuan melalui laman https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan untuk memudahkan Anda mengetahui segala risiko sebelum melakukan pinjaman. Yuk dicek!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *