Etika Saat Melakukan Pinjaman Dana Tunai Tanpa Jaminan Proses Cepat

Kebutuhan memang bisa diatur dengan baik oleh sebagian orang. Namun sebagian orang lainnya belum tentu bisa mengatur keperluannya sendiri. Bahkan, dalam keadaan tertentu, mereka membutuhkan pinjaman dana tunai tanpa jaminan proses cepat supaya bisa segera membayarkan hal-hal yang harus dibayarkan segera.

Ketika kita meminjam dana kepada lembaga keuangan, maka ada hal-hal yang harus diperhatikan. Hal-hal yang dimaksud adalah soal etika. Lebih tepatnya adalah etika saat melakukan pinjaman.

Etika pertama yang harus dijaga adalah memeriksa lifestyle atau gaya hidup kita. Kalau kita adalah seorang pekerja dengan jabatan tinggi dan bergaji besar, maka sah-sah saja jika membutuhkan dana pinjaman, apalagi jika keperluannya untuk berbisnis. Namun lain halnya bila kita tidak memperhatikan pengeluaran kita yang bisa jadi melebihi ambang batas. Maka atur sesegera mungkin mengenai pengeluaran maupun lifestyle kita. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang.

Meskipun gaji berkecukupan, namun jangan biarkan berhutang menjadi kebiasaan meskipun kita bisa mengembalikannya tepat waktu sesuai dengan kesepakatan. Apabila kita memiliki investasi seperti emas, akan lebih baik bila kita menjual emas tersebut untuk memenuhi kebutuhan kita. Tindakan ini lebih dilakukan daripada harus berhutang kepada bank dan menyertakan emas sebagai jaminannya.

Etika kedua, sebaiknya kita meminta bukti pinjaman. Biasanya, jika kita mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan, maka kita akan diberi formulir untuk mengisi data diri beserta kelengkapannya. Saat mengisi formulir, sebaiknya isi dengan jujur  dan sesuaikan dengan dokumen.

Setelah mengisi formulir, lalu diverifikasi dan divalidasi, kemudian dinyatakan pengajuan kita diterima, maka kita akan menandatangani berkas-berkas serah terima dana pinjaman. Mintalah bukti pinjaman berupa berkas-berkas serah terima tersebut. Simpan baik-baik, supaya kita ingat bahwa kita memiliki hutang. Tujuan lainnya adalah supaya keluarga kita tahu bahwa kita masih meninggalkan hutang dan berharap keluarga akan membantu melunasinya.

Ketiga, kembalikan dana pinjaman sesuai waktu yang telah ditentukan. Sebaiknya kita rajin dalam mengembalikan cicilan yang diberikan setiap bulannya. Alangkah lebih baik bila kita mengembalikan dana lebih awal. Resikonya ya ada bunga berlebih. Namun terbebas dari hutang adalah hal yang menyenangkan.

Namun apabila kita tidak bisa mengembalikan dana pinjaman tersebut tepat waktu dan cepat, maka sebaiknya kita memberitahu pihak bank atau lembaga keuangan. Memang mungkin kita akan dikenakan biaya atau denda keterlambatan. Namun, tindakan kita untuk berusaha bilang baik-baik ke bank, merupakan itikad baik bahwa kita tidak akan lari dari masalah dan kita akan berusaha melunasinya.

Itulah tiga etika yang harus kita lakukan saat meminjam uang di bank, baik secara offline maupun online. Bila kita ingin meminjam dana ke bank, alangkah lebih baik bila kita mencoba menentukan nominal uang pinjaman beserta tenornya secara online di https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan. Jadi kita bisa lebih beretika dalam mengajukan pinjaman dana kepada bank.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *